Kamis, 24 Februari 2011

Ta_Ta_Ta_2

Mana yang paling menarik ? Harta_Tahta_Wanita ?
Tiap orang bisa menjawab berbeda, mungkin kebanyakan menjawab harta, banyak yang tersandung masalah karena harta, untuk mengejar tahta perlu harta, setelah mendapat tahta masih lagi mengejar harta dan bisa saja sasaran akhirnya juga harta. Mungkin banyak laki-laki yang bisa tahan terhadap godaan wanita karena alasan penyakit atau alasan agama, tetapi terhadap godaan harta kadang agamapun tidak cukup mampu untuk mencegahnya, banyak orang tidak lagi memperhatikan larangan agama dalam mencari harta, mungkin untuk makan sehari-hari orang masih memperhatikan halal tidaknya makanan yang akan masuk mulutnya, tapi tidak memperhatikan halal tidaknya uang yang diperoleh untuk membeli makanan yang akan dimakannya. Yang sudah bertahta tidak sedikit yang masih tergoda harta, tahta bisa memudahkan usaha mendapatkan harta, banyak yang berani, nekat dan tidak tahu malu untuk memperoleh harta melalui tahtanya yang kemudian menjerumuskan diri ke penjara dan kehilangan tahta dan hartanya. Ketika harta masih menjadi masalah dalam hati seserorang, itu adalah salah satu pertanda bahwa imannya masih bermasalah.
Jangan memandang harta berlebihan, kembalikan moral , etika dan akhlak mulia ke dalam kehidupan, gunakan untuk pengendalian diri kita, inti akhlak mulia adalah kejujuran, jujurlah dalam segala hal, jangan lagi ada kebohongan.
Kebohongan bisa menjadi akar masalah dalam kehidupan. Ini terjadi karena orang hidup telah salah tujuan, hidupnya tertuju untuk kehidupan dunia padahal akan sampai pada kehidupan akhirat. Alqur,an mengajarkan kehidupan akhirat lebih baik dari kehidupan dunia. Kita diajarkan berdoa : berilah kami kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Artinya kehidupan yang baik di dunia dikejar karena kita harus hidup didunia dalam perjalanan menuju akhirat. Kita harus menjaga keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat. Ini yang sering terlupakan.
Dunia adalah ladang amal dan kesempatan kita untuk mengumpulkan sebaik-baik dan sebanyak-banyak bekal akhirat. Kematian adalah sebanar-benarnya masalah yang tidak disangka-sangka. Aqidah yang termasuk berbahaya adalah merasa sudah cukup dengan amal-amal yang sudah dilakukan dan mengira bahwa kematian masih lama datangnya. Ta-Ta_Ta yang semula menjadi idaman naik menjadi pujaan, kemudian menjadi kepentingan dan ada yang akhirnya semacam dituhankan. Perlu kembali pada konsep kehidupan untuk memandang dunia dan materi biasa-biasa saja tidak berlebihan, caranya adalah hidup dalam kesederhanaan, menyeimbangkan amalan dunia dan amalan akhirat.
Bagaimana kita bisa mengenali amalan dunia dan amalan akhirat ? Kuncinya adalah keikhlasan untuk mendapat ridha Alloh. Islam mengajarkan semua amalan itu bergantung pada niat. Amalan yang terlihat seperti amalan untuk akhirat akan tetapi karena niatnya tidak semata-mata untuk mendapat ridha Alloh, seperti sedekah untuk pamer, amalan itu menjadi sia-sia dan tidak bernilai di mata Alloh. Sebaliknya amalan yang dianggap seperti amalan dunia tetapi karena niatnya baik dan caranya benar, bisa menjadi bernilai untuk kehidupan akhikrat misalnya bekerja keras untuk memberi nafkah keluarga dengan cara yang diajarkan agama.
Keikhlasan harus melandasi semua kegiatan atau amal kita, keikhlasan menjadi kunci benar tidaknya tujuan untuk kehidupan akhirat, tanpa keikhlasan amalan yang banyak dengan cara benarpun bisa menjadi tidak bernilai untuk kehidupan akhirat. Mempelajari ilmu agama bisa menjadi tidak bernilai untuk kehidupan akhirat bila niatnya tidak untuk mendapat ridha Alloh.
Salah satu tanda bila amal kita belum semata-mata mengharap ridha Alloh adalah jalan hidup terasa buntu dan segalan persoalan seperti tidak ada penyelesaian. QS.29.Al-ankabut,ayat 69 : Walladiina jaahaduu fiina lanahdiyannahum subulanaa, wainnalloha lamangal mukhsiniin. Dan orang-orang yang berjuang untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Alloh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
Orang yang ikhlas , tidak membedakan pujaan dan hinaan orang lain terhadap dirinya, tidak mengingat pandangan orang lain terhadap dirinya saat dirinya berbuat, hanya berharap pahala amalnya diberikan di akhirat.

1 komentar:

  1. Mungkin semua itu adalah bagian dari ujian. Ada yang diuji dengan harta ,tahta,dll . Ada yang lulus dan banyak yang gagal. Yang lulus termasuk orang yang beruntung, yang gagal termasuk orang yang merugi. Mereka lupa bahwa harta tidak dibawa mati, dan hidup di dunia hanya sementara.

    BalasHapus