Jumat, 25 Februari 2011

Ta_Ta_Ta_3



Aku dapat kartu undangan resepsi pernikahan, lucunya aku sama sekali tidak kenal sama yang mengundang, setelah tanya sama teman-teman ternyata pengirim undangan itu salah satu keluarga dari salah satu orang yang saya kenal. Kartu undangannya terbilang mewah ada fotonya calon pengantin yang aku belum pernah melihat wajah mereka berdua.Hari dan tanggal acara resepsi dalam undangan itu bertepatan dengan  jadwalku untuk seminggu sekali pulang ke isteri dan anakku yang tinggalnya di luar kota dengan waktu tempuh untuk kendaraan pribadi kurang lebih empat jam tanpa istirahat. Apa yang sebaiknya aku lakukan ?
Konsep kehidupan untuk memandang dunia dan materi biasa-biasa saja tidak berlebihan dengan cara hidup dalam kesederhanaan, menyeimbangkan amalan dunia dan amalan akhirat, bisa menjadi mutiara semangat etika dan moral kehidupan. Ada baiknya ini dikenali dan disadari sejak awal pernikahan dari para calon pengantin untuk kemudian diajarkan dan diteladani anak keturunannya. Dari undangan acara pesta pernikahan yang saya hadiri selama ini , ada fenomena kehidupan sosial yang sedang menjadi tren antara lain kartu undangan dicetak mewah dengan foto calon pengantin, ada souvenir khusus bagi para undangan berupa produk kerajinan (yang kadang tidak ada guna manfaatnya bagi si penerima undangan). Memperhatikan ini saya berpikir, apakah kartu undangan yang mewah dan souvenir yang tidak ada guna manfaatnya itu perlu ? tidak jarang keduanya setelah selesai acara hanya dibuang sembarangan karena tidak ada gunanya lagi buat si penerima undangan. Bisa agak berbeda jika pada kartu undangan itu ditambahkan beberapa lembar halaman yang memuat kalimat-kalimat berupa nasehat bagi kehidupan rumah tangga bahagia yang bersumber dari ajaran agama dan kisah-kisah teladan kehidupan, barangkali ada rasa sayang jika dibuang begitu saja.
Ada terpikirkan, bagaimana jika seandainya pelaksanaan pernikahan itu berjalan sesuai kewajaran namun tidak terlalu merepotkan dan menyibukkan orang lain. Caranya pesta pernikahan sederhana dihadiri kerabat dekat, sedangkan untuk handai taulan lainnya cukup dikirimi pemberitahuan sekaligus permohonan do’a restu bagi kehidupan rumah tangga setelah terlaksananya pernikahan. Kalau tidak mau repot mengirimkan pemberitahuan ke masing-masing alamat handai taulan, bisa saja dinaikkan di salah satu surat kabar harian yang terbitannya bisa menjangkau alamat handai taulan.

Kamis, 24 Februari 2011

Ta_Ta_Ta_2

Mana yang paling menarik ? Harta_Tahta_Wanita ?
Tiap orang bisa menjawab berbeda, mungkin kebanyakan menjawab harta, banyak yang tersandung masalah karena harta, untuk mengejar tahta perlu harta, setelah mendapat tahta masih lagi mengejar harta dan bisa saja sasaran akhirnya juga harta. Mungkin banyak laki-laki yang bisa tahan terhadap godaan wanita karena alasan penyakit atau alasan agama, tetapi terhadap godaan harta kadang agamapun tidak cukup mampu untuk mencegahnya, banyak orang tidak lagi memperhatikan larangan agama dalam mencari harta, mungkin untuk makan sehari-hari orang masih memperhatikan halal tidaknya makanan yang akan masuk mulutnya, tapi tidak memperhatikan halal tidaknya uang yang diperoleh untuk membeli makanan yang akan dimakannya. Yang sudah bertahta tidak sedikit yang masih tergoda harta, tahta bisa memudahkan usaha mendapatkan harta, banyak yang berani, nekat dan tidak tahu malu untuk memperoleh harta melalui tahtanya yang kemudian menjerumuskan diri ke penjara dan kehilangan tahta dan hartanya. Ketika harta masih menjadi masalah dalam hati seserorang, itu adalah salah satu pertanda bahwa imannya masih bermasalah.
Jangan memandang harta berlebihan, kembalikan moral , etika dan akhlak mulia ke dalam kehidupan, gunakan untuk pengendalian diri kita, inti akhlak mulia adalah kejujuran, jujurlah dalam segala hal, jangan lagi ada kebohongan.
Kebohongan bisa menjadi akar masalah dalam kehidupan. Ini terjadi karena orang hidup telah salah tujuan, hidupnya tertuju untuk kehidupan dunia padahal akan sampai pada kehidupan akhirat. Alqur,an mengajarkan kehidupan akhirat lebih baik dari kehidupan dunia. Kita diajarkan berdoa : berilah kami kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Artinya kehidupan yang baik di dunia dikejar karena kita harus hidup didunia dalam perjalanan menuju akhirat. Kita harus menjaga keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat. Ini yang sering terlupakan.
Dunia adalah ladang amal dan kesempatan kita untuk mengumpulkan sebaik-baik dan sebanyak-banyak bekal akhirat. Kematian adalah sebanar-benarnya masalah yang tidak disangka-sangka. Aqidah yang termasuk berbahaya adalah merasa sudah cukup dengan amal-amal yang sudah dilakukan dan mengira bahwa kematian masih lama datangnya. Ta-Ta_Ta yang semula menjadi idaman naik menjadi pujaan, kemudian menjadi kepentingan dan ada yang akhirnya semacam dituhankan. Perlu kembali pada konsep kehidupan untuk memandang dunia dan materi biasa-biasa saja tidak berlebihan, caranya adalah hidup dalam kesederhanaan, menyeimbangkan amalan dunia dan amalan akhirat.
Bagaimana kita bisa mengenali amalan dunia dan amalan akhirat ? Kuncinya adalah keikhlasan untuk mendapat ridha Alloh. Islam mengajarkan semua amalan itu bergantung pada niat. Amalan yang terlihat seperti amalan untuk akhirat akan tetapi karena niatnya tidak semata-mata untuk mendapat ridha Alloh, seperti sedekah untuk pamer, amalan itu menjadi sia-sia dan tidak bernilai di mata Alloh. Sebaliknya amalan yang dianggap seperti amalan dunia tetapi karena niatnya baik dan caranya benar, bisa menjadi bernilai untuk kehidupan akhikrat misalnya bekerja keras untuk memberi nafkah keluarga dengan cara yang diajarkan agama.
Keikhlasan harus melandasi semua kegiatan atau amal kita, keikhlasan menjadi kunci benar tidaknya tujuan untuk kehidupan akhirat, tanpa keikhlasan amalan yang banyak dengan cara benarpun bisa menjadi tidak bernilai untuk kehidupan akhirat. Mempelajari ilmu agama bisa menjadi tidak bernilai untuk kehidupan akhirat bila niatnya tidak untuk mendapat ridha Alloh.
Salah satu tanda bila amal kita belum semata-mata mengharap ridha Alloh adalah jalan hidup terasa buntu dan segalan persoalan seperti tidak ada penyelesaian. QS.29.Al-ankabut,ayat 69 : Walladiina jaahaduu fiina lanahdiyannahum subulanaa, wainnalloha lamangal mukhsiniin. Dan orang-orang yang berjuang untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Alloh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
Orang yang ikhlas , tidak membedakan pujaan dan hinaan orang lain terhadap dirinya, tidak mengingat pandangan orang lain terhadap dirinya saat dirinya berbuat, hanya berharap pahala amalnya diberikan di akhirat.

Ta_Ta_Ta_1

Ta_Ta_Ta_
Harta_Tahta_Wanita
Pada awalnya hanya jadi impian, lantas menjadi pujaan, akhirnya dikejar untuk didapatkan.
Dengan modal harta dicarilah tahta, setelah dapat tahta masih pula mengejar harta
Tidak sedikit yang mangejar harta tidak lagi merasa malu untuk masuk penjara
Itu terjadi pada orang yang hanya mengejar dunia.